Berbuat Baik Itu Gak Harus Menunggu Kata ‘tulus’, Ini 5 Alasannya!

Padahal, bila kemesraan hidup bekeluarga terputus, tidak jarang nilai kesetiaan terancam dan kesejahteraan anak dihancurkan. Sebab dalam situasi itu pendidikan anak-anak, begitu pula keberanian untuk masih menerima tambahan anak, dibahayakan. Kecuali itu Gereja katolik dengan senang hati menyatakan penghargaannya yang tertinggi terhadap apa saja yang untuk menunaikan tugas yang sama telah dan tetap masih dijalankan serentak oleh Gereja-Gereja kristen atau jemaat-jemaat gerejawi lainnya. Sekaligus Gereja merasa sungguh yakin, bahwa dalam banyak hal dan dengan pelbagai cara ia dapat membantu dunia, baik setiap orang perorangan maupun oleh masyarakat manusia, berkat bakat-kemampuan maupun kegiatan mereka, untuk merintis jalan bagi Injil. Di sini diuraikan beberapa asas umum untuk secara tepat mengintensifkan pertukaran serta bantuan timbal-balik di bidang-bidang, yang dengan cara tertentu dihadapi bersama oleh Gereja dan dunia. Mendalam serta pesatnya perubahan lebih mendesak lagi, supaya janganlah seorang pun, karena mengabaikan perkembangan zaman atau lamban tak berdaya, mengikuti etika yang individualis semata-mata.

Menjadi orang yang selalu tulus dalam berbuat baik

Sementara bertambah intensiflah pertukaran pandangan-pandangan, istilah-istilah sendiri, yang mengungkapkan faham-faham sangat penting, dalam keanekaan ideologi menyandang arti cukup berlain-lainan. Akhirnya dengan tekun juga diusahakan terwujudnya tata-dunia sekarang yang lebih sempurna, tetapi perkembangan rohani tidak mengalami kemajuan yang serasi. Untuk menunaikan tugas seperti itu, Gereja selalu wajib menyelidiki tanda-tanda zaman dan menafsirkannya dalam cahaya Injil.

Namun ada orang- orang yang tidak mempercayainya, orang- orang itu adalah orang yang berbuat dusta dan kebatilan. Mereka berbuat dusta karena mereka merasa tidak takut terhadap siksa Allah, dan mereka tidak mengharapkan pahala dari kepercayaan mereka terhadap ayat- ayat Allah itu. Hal demikian bukan termasuk sifat Nabi noticed Situs Bola Online dan kaum mu’min, melainkan itu adalah sifat- sifat kaum musyrik. Diperintahkan kepada orang- orang beriman agar membiasakan diri untuk selalu menegakkan kebenaran dalam melakukan perkara dunia maupun akhirat dengan penuh rasa ikhlas. Yaitu jika beramal dilakukan dengan baik dan benar tanpa berbuat dzalim terhadap yang lain.

Tidak menggunakan indera yang kita punya untuk menyakiti orang lain, alam dan makhluk hidup lainnya. Soal tujuannya mulia atau hanya sekadar pamer, yang penting berbuat baik dulu. Bahkan dalam agama yang saya anut, ditekankan bahwa orang yang baik adalah orang yang bisa membuat orang lain selamat dari lisan dan tangannya.

Tetapi bila demi kesejahteraan umum pelaksanaan hak-hak untuk sementara dapat dibatasi, hendaknya kebebasan selekas mungkin di kembalikan kalau keadaan sudah berubah. Tetapi adalah bertentangan dengan kemanusiaan, bila kekuasaan politik jatuh ke dalam bentuk-bentuk totaliter atau diktatorial, sehingga melanggar hak-hak pribadi maupun kelompok-kelompok sosial. Barang siapa patuh taat kepada Kristus, dan pertama-tama mencari Kerajaan Allah, akan menimba dari padanya cinta kasih yang lebih kuat dan lebih jernih, untuk membantu semua saudara-saudarinya, dan untuk berjiwakan cinta kasih melaksanakan karya keadilan. Sebab kebudayaan, yang langsung berakar dalam sifat rasional dan sosial manusia, tiada hentinya memerlukan kebebasan yang sewajarnya untuk mengembangkan diri, serta membutuhkan kemampuan yang wajar pula untuk bertindak secara mandiri dan menurut prinsip-prinsipnya sendiri.

Saya berusaha maksimal untuk memecahkan persoalan tersebut. Betapa sulitnya mempertahankan keluarga itu bila tidak didasari kesabaran dan keyakinan agama yang kuat. Islam memberikan sistem nilai dan ethical yang dikehendaki oleh Allah Swt. Yang harus diimplementasikan dalam amal prilaku hamba-Nya dalam masyarakat.

Comments are Disabled