Begini Strategi Bisnis Three Pengusaha Kecil Di Tengah Pandemi Corona

Tetapi ia bisa mengalihkan dana simpanannya dan beralih usaha menjadi berjualanwastafelatau alat-alat cuci tangan yang saat ini memiliki kebutuhan tinggi. Kondisi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan peran pemerintah untuk bertahan hidup. Untuk selamat dari pandemi, UMKM dalam negeri dituntut cepat beradaptasi agar usaha terus berjalan.

Terlebih ada yang sampai berkata “sekarang batuk sedikit saja langsung mikirin nyawa”. Saat ini, Presiden Joko Widodo menghimbau setiap pihak pemberi cicilan untuk memberlakukan relaksasi kredit bagi para pelaku UMKM dan pekerja informal yang terkena dampak Covid-19. Relaksasi ini mulai dari penundaan pembayaran cicilan kredit sampai dengan satu tahun hingga penurunan bunga. “Pada saat pandemi COVID-19, kita diharuskan melakukan physical distancing, sehingga ruang digital memegang peranan yang besar. Hal tersebut tentu akan memberikan kesempatan yang begitu besar bagi startup Indonesia,” katanya.

Misalnya, untuk pembayaran, adacustomeryang mintacash on supply karena tidak punya rekening dan tidak bisa keluar rumah. Itu bisa disiasati dengan ikute-commerceseperti Lazada yang menyediakan CoD. Contohnya, jika membeli sepatu baru karena sepatu yang ada sudah rusak maka akan memilih sepatu dari bahan yang tahan lama untuk jangka panjang meskipun harga sedikit lebih mahal, bukan sepatu murah yang hanya bertahan beberapa bulan.

Namun, dalam kondisi seperti sekarang ini, jumlah tersebut harus disesuaikan dengan anggaran yang memungkinkan. Kevin Aprilio mengalami kegagalan dalam bisnis saham dan terlilit utang Rp 17 M. Kevin mengaku dirinya sempat depresi dan ingin mengakhiri hidupnya karena hal ini. Dengan memiliki utang konsumtif – baik berupa utang kartu kredit, KTA, utang ke saudara/teman, dan lain sebagainya – maka porsi uang yang bisa Anda sisihkan atau investasikan untuk digunakan masa pensiun nanti menjadi lebih sedikit. Manfaatkan gaji, THR, dan bonus Anda untuk diinvestasikan saat ini dan dimanfaatkan di masa pensiun kelak. Jika perlu, Anda bisa menambah penghasilan dari kerja sambilan selagi masih produktif.

Salah satu usaha yang justru peluang semakin besar ditengah pandemi yaitu penjual/pengecer yang menjual produk-produk olahan makananan seperti supermarket, swalayan dan lain sebagainya. Bahan pangan kebutuhan pokok hasil dari pertanian seperti beras, sayur-sayuran, umbi-umbian dan lain sebagainya merupakan salah satu kebutuhan primer bagi masyarakat yang harus terpenuhi dalam kondisi apapun, termasuk kondisi pandemi covid 19. Hal ini membuat usaha perdagangan bahan pokok menjadi salah satu sektor yang bertahan bahkan semakin melonjak permintaannya ditengah pandemi. Semua masyarakat diimbau untuk menaati peraturan pemerintah untuk menekan kasus penyebaran kasus virus covid-19 untuk dirumah saja. Dengan adanya layanan pesan antar ini tidak hanya membuat pelaku usaha bisa bertahan saat pandemi dan juga ikut serta menaati kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dengan mencegah timbulnya pertemuan setiap orang. Saat ini Dia bersama istrinya memproduksi masker kain untuk memenuhi permintaan masyarakat Bali dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

Cara untuk bertahan hidup dalam masa pandemi

Selain kesehatan fisik, dr. Anandika juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. Sebab, melalui pandemi ini bukanlah perkara mudah bagi setiap orang. “Kita tetap harus cari cara untuk bisa bahagia sambil tetap melakukan physical Judi Online distancing dan menjaga kebersihan,” katanya. Kita perlu mengubah pola pikir dari berangan-angan, “Kalau pandemi selesai, saya akan…” menjadi menerima kenyataan bahwa pandemi ini tidak akan benar-benar berakhir hingga vaksin Covid-19 ditemukan.

Comments are Disabled